1. Link Exchange

Tidak tersedia salahnya saling bertukar link dengan sesama blogger. Memberikan link ke artikel blogger lain yang  relevan dengan topik yang sedang dibahas justru itu sudah menjadi kebiasaan. Yang menjadi masalah adalah jika itu dilakukankan secara berulang-ulang dan dengan banyak blog sehingga  mendapatkan marketplace backlink balasan.

marketplace backlink 

Berikut sebagian berkenaan yang harus diperhatikan sebelum saat kala memberi tambahan marketplace backlink ke blog atau website lain:

  • Kontennya sebenarnya relevan. Misalnya: Anda menulis berkenaan “Cara Membuat Brownies Kukus”, jangan ngasih marketplace backlink ke artikel aku yang topiknya berkenaan “Cara Membuat Kategori Blog”. Karena itu tidak nyambung.
  • Deeplink. Memberikan marketplace backlink ke artikel berkenaan lebih baik daripada hanya memberi tambahan marketplace backlink ke home. Kecuali Anda hanya menyatakan nama si blogger tersebut.
  • Kuantitas.
  • Do-follow atau no-follow? jika di artikel sudah tentu Do-follow . Asal sebenarnya natural dan sekali lagi kontennya relevan.
  • Blog berpasangan. Nah, ini yang kerap bikin artikel saling berpasangan gitu, aku sarankan link-nya Mengenakan atribut no-follow.
  1. SEO Poisoning/Link Farming

SEO poisoning adalah keliru satu teknik black-hat SEO. Dibuat dengan maksud untuk menaikkan peringkat sebuah website (web sendiri atau website kliennya) namun dengan langkah memanipulasi mesin pencari dan merugikan website orang lain.

Beberapa teknik SEO poisoning:

  • Memasukkan link ke website orang lain. Link tidak dimasukkan dengan langkah normal, biasanya diinjeksikan lewat backdoor atau malware.
  • Link farming. Membuat ratusan atau ribuan marketplace backlink ke ratusan website lain. Dengan tersedia injeksi malware, marketplace backlink ke satu website dapat memicu marketplace backlink ke website lainnya secara otomatis. Begitu seterusnya.
  1. Widget/Footer/Banner

Pernah memasang widget memuat blog-blog favorit/blogroll/blog teman/link list? Pernah Mengenakan theme gratisan dengan link di footer-nya? Pernah memasang banner (komunitas/afiliasi/dll.)?

Coba cek atribut link-nya, do-follow atau no-follow? Kalau no-follow bermakna sudah oke. Kalau do-follow, ubah segera menjadi no-follow. Kalau tidak sanggup diubah? HAPUS.

  1. Dummy Blog

Merupakan teknik lama. Dummy blog atau blog-blog satelit yang sengaja dibuat untuk menaikkan peringkat blog utama, lebih-lebih kala lomba-lomba SEO. Beberapa sanggup saja berhasil, namun risikonya tidak sesuai dengan keuntungan yang sanggup Anda dapat.

Dalam skala yang lebih besar atau jika ditunaikan dengan banyak dummy blog, ini juga link farming.

  1. Marketplace backlink berasal dari Web Berbahasa Asing

Jika blog Anda berbahasa Indonesia namun mendapatkan ratusan marketplace backlink berasal dari blog-blog berbahasa Rusia atau India atau Jepang, misalnya. Ini mencurigakan dan Google tidak segan-segan mengambil alih alih tindakan.

  1. Spam di Kolom Komentar

Marketplace backlink yang didapat berasal dari kolom komentar blog orang lebih-lebih jika jumlahnya banyak dapat menjadi bumerang gara-gara diakui spam. Bukannya menaikkan peringkat atau trafik, yang tersedia blog Anda diturunkan berasal dari mesin pencari.

Blogwalking sebenarnya harus namun blogwalking juga harus etika, tak sekedar silaturahmi dan mendapatkan pengetahuan baru, kami juga tidak merugikan si empunya blog dan diri kami sendiri.

  1. Low Quality Marketplace backlink

Marketplace backlink yang berasal berasal dari web-web tidak sadar dan tidak berkualitas. Contohnya:

  • Web area download dokumen/software bajakan.
  • Web memuat malware.
  • Web porno.
  • Web judi.
  • Web yang isinya auto generated atau scraped content.
  1. Auto Generated Marketplace backlink

Marketplace backlink yang dibuat secara otomatis. Contoh: marketplace backlink maker-nya smallseotools.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *